Muannas juga menanggapi tekanan dari sebagian masyarakat yang mendesak untuk menghukum Rebecca Klopper atas kekhawatiran akan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh penyebaran video serupa.

Namun, ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa Rebecca Klopper juga adalah korban dalam kasus ini dan bahwa ini adalah sebuah kasus kekerasan berbasis gender online.

BACA JUGA :  SOD Kabupaten Bogor Jadi Pelopor Nasional, Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi hingga Tingkat Dunia

“Kita perlu mempertimbangkan kasus ini secara bijaksana. Rebecca Klopper adalah korban dalam kasus ini. Sebelum video tersebut tersebar, telah terjadi kekerasan, manipulasi, dan pemerasan online, yang telah merugikannya. Kami melihat bahwa ini adalah kasus kekerasan berbasis gender online, dan Rebecca  Klopper adalah korban,” tegasnya. ***

BACA JUGA :  Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli 2026, Pertamina Pangkas Tarif Tabung 5,5 Kg dan 12 Kg

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================