“Keterangannya si iya (penghuni kontrakan), tapi kurang tau siapa-siapanya. Sekitar jam 10an. Sehari-hari yang saya tau kuli bangunan, kalo untuk yang lain-lainnya saya gak tahu,” papar dia.

Dari informasi yang dihimpun, terduga jarang bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Namun, kata dia, terduga terkadang sering menghampiri kegiatan gotong royong.

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

“Kalau untuk kegiatan mereka itu tidak berbaur, tertutup, ya memang bisa dibilang tidak ini (dekat) dengan masyarakat, tapi kadang-kadang kalau lagi ada kegiatan gotong royong suka ada (hadir),” pungkasnya.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================