Densus 88 Antiteror Polri
Densus 88 Antiteror Polri. Foto : Ilustrasi.

BOGOR-TODAY.COMDensus 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial RY (46) di sebuah kontrakan di kawasan Kelurahan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Penangkapan itu dibenarkan Ketua RW setempat, Sutriyono.

“Iya benar,” kata Sutriyono kepada wartawan.

Istri terduga berinisial SO membenarkan kontrakan yang dihuninya bersama suami serta empat anak perempuannya digeledah.

Dari hasil penggeledahan tim Densus 88 Antiteror Polri mengamankan barang bukti berupa CPU komputer, USB (falshdisk), handpone dan baju kotor milik RY.

“Iya, ada computer, flashdisk, hp sama baju kotor,” kata SO.

Dikabarkan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di kawasan Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum’at (27/10/2023).

BACA JUGA :  Berenang di Sungai Cisasah, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam

Dimintai keterangan, Ketua RT yang tidak enggan disebutkan namanya itu mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut benar adanya.

Ia menyebut, ada tim Densus 88 Antiteror Polri yang menghubunginya untuk melakukan penggeledahan di sebuah kontrakan yang berada di kawasan tersebut.

“Bukan penggerebekan, kalau itu tadi penggeledahan, (saya) dihubungi pas mau penggeledahan, kita juga kaget,” kata Ketua RT kepada wartawan.

Ia mengaku, ada satu keluarga yang telah diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror Polri tadi pagi karena diduga seorang teroris. Ia diketahui bekerja sebagai kuli bangunan.

BACA JUGA :  AS-Iran Capai Kesepakatan Baru, Gencatan Senjata Diperpanjang dan Selat Hormuz Segera Dibuka

“Keterangannya si iya (penghuni kontrakan), tapi kurang tau siapa-siapanya. Sekitar jam 10an. Sehari-hari yang saya tau kuli bangunan, kalo untuk yang lain-lainnya saya gak tahu,” papar dia.

Dari informasi yang dihimpun, terduga jarang bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Namun, kata dia, terduga terkadang sering menghampiri kegiatan gotong royong.

“Kalau untuk kegiatan mereka itu tidak berbaur, tertutup, ya memang bisa dibilang tidak ini (dekat) dengan masyarakat, tapi kadang-kadang kalau lagi ada kegiatan gotong royong suka ada (hadir),” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================