BOGORTODAY/COM – Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati perpanjangan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Kamis, 18 Juni 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis dan menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan yang sempat memicu kekhawatiran dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Salah satu poin paling krusial dalam perjanjian ini adalah komitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Pembukaan kembali jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap pasar minyak dunia yang sempat bergejolak akibat konflik berkepanjangan.
Menteri Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menjelaskan bahwa dokumen kesepakatan disusun dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Farsi. Langkah ini dilakukan untuk menghindari perbedaan tafsir sekaligus meningkatkan transparansi kepada publik kedua negara.
Hentikan Konflik dan Hormati Kedaulatan
Perjanjian yang terdiri dari 14 poin itu menegaskan komitmen kedua negara untuk menghentikan operasi militer dan ancaman di berbagai wilayah konflik, termasuk kawasan Lebanon. Selain itu, Amerika Serikat dan Iran juga sepakat menghormati kedaulatan serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.
Kesepakatan tersebut juga mencakup upaya menjaga integritas wilayah Lebanon serta membuka peluang perundingan lanjutan guna mencapai perdamaian yang lebih permanen.
Negosiasi Lanjutan Maksimal 60 Hari
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa kedua negara akan melanjutkan proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari sejak penandatanganan. Jika diperlukan, tenggat waktu tersebut dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan bersama.
Dokumen dari pihak Amerika Serikat telah ditandatangani Donald Trump, sementara Iran diwakili Presiden Masoud Pezeshkian. Meski sebelumnya direncanakan akan ada seremoni resmi di Jenewa, Swiss, pelaksanaannya masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Blokade Iran Akan Dicabut Bertahap
Kesepakatan juga mengatur penghentian blokade militer Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Dalam kurun 30 hari setelah perjanjian berlaku, berbagai hambatan terhadap aktivitas pelabuhan dan pelayaran Iran akan mulai dicabut secara bertahap.
Selain itu, Amerika Serikat berkomitmen menarik kembali pasukan militernya dari sejumlah wilayah di sekitar Iran dan kembali ke posisi sebelum konflik pecah pada awal tahun ini.
Selat Hormuz Kembali Dibuka
Pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu target utama dalam perundingan tersebut. Iran berjanji akan menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintas tanpa mengenakan biaya tambahan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















