AS-Iran Capai Kesepakatan Baru, Gencatan Senjata Diperpanjang dan Selat Hormuz Segera Dibuka

Kedua negara juga akan bekerja sama menghilangkan hambatan teknis maupun militer yang mengganggu aktivitas pelayaran, termasuk proses pembersihan ranjau jika diperlukan.

Dalam jangka panjang, Iran bersama negara-negara Teluk dan Oman akan membahas mekanisme pengelolaan Selat Hormuz agar jalur perdagangan internasional tersebut tetap aman dan stabil.

Dana Rekonstruksi Capai Rp5.349 Triliun

Poin penting lainnya adalah rencana pembentukan program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar atau sekitar Rp5.349 triliun.

Meski demikian, perjanjian tidak mewajibkan Amerika Serikat untuk memberikan kontribusi langsung terhadap dana tersebut. Pemerintah AS hanya akan memfasilitasi berbagai izin dan regulasi yang diperlukan agar investasi dari negara-negara mitra dapat masuk ke Iran.

Sanksi Ekonomi dan Dana Beku Jadi Agenda Berikutnya

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

Amerika Serikat juga menyatakan kesiapan untuk mengakhiri berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran. Namun mekanisme dan jadwal pencabutannya masih akan dibahas dalam negosiasi lanjutan.

Selain itu, aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh pemerintah AS akan menjadi bagian penting dalam pembahasan berikutnya. Pelepasan dana tersebut disebut akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kepatuhan Iran terhadap isi perjanjian.

Iran Tegaskan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir

Salah satu poin yang mendapat perhatian besar dunia internasional adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir. Sebagai bagian dari kesepakatan, aktivitas pengelolaan uranium Iran akan berada di bawah pengawasan internasional.

Bagi Amerika Serikat, ketentuan ini menjadi salah satu capaian utama dari proses diplomasi yang berlangsung setelah konflik militer antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Atlet Istimewa Berprestasi Lewat Bupati Cup SOIna

Mekanisme Pengawasan Disiapkan

Pada bagian akhir, perjanjian mengatur pembentukan mekanisme pemantauan guna memastikan seluruh poin berjalan sesuai kesepakatan. Selain itu, kedua negara akan melanjutkan pembicaraan untuk merumuskan kesepakatan permanen yang nantinya dapat diperkuat melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kesepakatan terbaru ini dinilai sebagai langkah awal menuju stabilitas kawasan setelah berbulan-bulan ketegangan yang memengaruhi keamanan regional, perdagangan global, dan harga energi dunia. Dengan dimulainya implementasi perjanjian, perhatian dunia kini tertuju pada konsistensi kedua negara dalam menjalankan seluruh komitmen yang telah disepakati.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================