BOGOR-TODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, mengonfirmasi bahwa bantuan kemanusiaan untuk warga di Jalur Gaza telah berhasil dikumpulkan. Rencananya, bantuan ini akan segera dikirimkan menjelang akhir pekan ini.

“Presiden telah memberikan arahan bahwa bantuan kemanusiaan yang sedang kita persiapkan sejak minggu ini akan segera dikirimkan menuju akhir pekan ini,” kata Retno dalam sebuah konferensi pers, Rabu (1/11/2023).

Menurut Retno, barang-barang kemanusiaan yang telah terkumpul sesuai dengan kebutuhan warga di Jalur Gaza. Informasi mengenai barang-barang yang dibutuhkan diperoleh melalui komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Palestina.

“Barang-barang yang akan kita kirim telah disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan mereka. Minggu lalu, kita berkomunikasi dengan mereka, bahkan saya berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Palestina di New York,” jelasnya.

BACA JUGA :  Prediksi Australia vs Turki di Piala Dunia 2026: Duel Ketat Penentu Langkah Awal Grup D

Retno juga menyoroti bahwa bantuan kemanusiaan ini tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia. Dia menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia yang telah bersatu hati untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan kepada saudara-saudara kita,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Gaza, Palestina, yang mungkin akan dimulai pada hari Rabu (1/11/2023).

Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa evakuasi ini kemungkinan tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi akan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Identitas Daerah Lewat Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Budaya

“Sejak dini hari, kami terus berkomunikasi di lapangan untuk mencoba melaksanakan evakuasi. Namun, kami ingin menekankan bahwa evakuasi ini kemungkinan tidak dapat dilakukan secara serentak, melainkan akan dilakukan bertahap dengan keamanan sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Retno juga menekankan penggunaan kata “kemungkinan” dalam proses evakuasi pada hari itu. Situasi di Jalur Gaza sangat tidak dapat diprediksi dan dapat berubah kapan saja.

“Ada kemungkinan evakuasi akan dapat dilakukan hari ini. Saya ingin menekankan kata ‘kemungkinan’ karena situasi di Jalur Gaza sangat dinamis dan sulit untuk diprediksi,” ujar Retno .***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================