banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilio Patrocinio Freitas. Foto : bogor-today.com

BOGOR-TODAY.COM – Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor, Jawa Barat menyebabkan banjir di beberapa lokasi, salah satunya di Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Purwadi, salah satu warga Kampung Ciheuleut RT 06/06 Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor, menuturkan bahwa ketinggian air mencapai sedada orang dewasa, sekitar pukul 18.30 WIB.

Purwadi menjelaskan bahwa banjir di daerahnya terjadi setiap kali hujan deras dan disebabkan oleh pembangunan gedung sekolah.

“Setiap hujan deras, pasti banjir. Ini akibat dari pembangunan gedung sekolah. Kemarin sudah ada peninjauan dari Pak Wali Kota, Pak Bima, tapi masih terus banjir begitu,” ucap Purwadi.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Pemuda Perkuat Persatuan di Hari Lahir Pancasila

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilio Patrocinio Freitas, melaporkan bahwa hingga menjelang malam ini, terdapat 4 titik banjir di Kota Bogor, terutama di titik-titik yang sering terkena banjir.

“Titik-titik banjir yang terdata sementara ini ada empat titik, tapi masih dalam proses konfirmasi,” kata Theofilio.

Theofilio menyebutkan bahwa banjir terjadi di Kampung Kramat dan Kampung Ciheuleut, Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor, Jawa Barat, saat ini, tim BPBD sudah berada di lokasi untuk mengantisipasi dampak banjir.

“Informasi awal menunjukkan bahwa banjir terjadi di wilayah Kopem Kedunghalang, Cibuluh, Kampung Kramat, Ciheuleut, dan Tanah Baru. Sementara itu, titik-titik lain masih dalam proses pendataan,” ujar Theofilio.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Banjir lintasan juga dilaporkan terjadi di beberapa ruas jalan Kota Bogor, seperti Simpang Jambu Dua, Jalan Soleh Iskandar (solis) dan Jalan Abdullahh Bin Nuh. Saat ini, beberapa titik banjir sudah mulai surut.

“Di Kota Bogor, banjir lintasan biasanya tidak berlangsung lama. Seiring redanya hujan, biasanya banjir juga surut,” tambah Theofilio.

Theofilio juga memberikan imbauan kepada warga yang sering mengalami banjir agar sementara waktu pindah ke rusunawa yang masih memiliki ruang kosong. Koordinasi terkait hal ini dilakukan dengan Kadis Perumkim. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================