BOGOR-TODAY.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose sematkan baret leopard kepada sejumlah Kepala BNN provinsi. Hal itu wujud apresiasi karena menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika.

Penyematan simbolis tersebut berlangsung di lapangan tembak BNN RI Lido, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023).

Melalui penyematan baret leopard ini, 34 Kepala BNNP jajaran dapat menggunakan baret leopard sebagai kelengkapan pakaian dinas lapangan BNN RI.

Seluruh Kepala BNNP sebelumnya telah lulus tes menembak dengan nilai minimal 75 dan lulus tes Kesamaptaan Jasmani sebagai syarat menggunakan baret leopard.

“Berkaitan dengan pemberian baret kepada kepala BNNP, kenapa ini harus dilakukan karena mereka yang terdepan dengan membawa kebanggaannya BNN di provinsi-provinsi,” kata Petrus Reinhard saat ditemui wartawan usai penyematan baret leopard.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Selain itu, Petrus Reinhard menilai bahwa meskipun angka prevalensi penyalahguna narkotika berhasil ditekan, namun kinerja BNN provinsi dan jajaran dalam menjalankan Strategi War On Drugs tidak pernah kendur.

Menurutnya, untuk menekan perdaran narkotika, BNN telah bekerja sama dengan seluruh stakeholders. Dengan demikian, BNN telah menyelamatkan kurang lebih 300 ribu orang yang potensial pengguna narkotika.

“Kami bisa menekan prevalensi narkotika dari 1, 95 persen menjadi 1,73 persen. Ini hal yang baik walaupun hanya 0,22 tetapi ini hal yang baik bagi bangsa Indonesia karena dengan kita bekerja sama melaksanakan instruksi presiden,”

Selain itu, Petrus juga menyampaikan bahwa penggunaan baret ini bukan hanya untuk gagah-gagahan, akan tetapi simbol perang bandar-bandar narkotika. Sehingga, hal ini perlu berkesinambungan untuk terus menumpas peredaran gelap narkotika di Indonesia. BNN juga sukses dalam melakukan rehabilitasi.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Dengan penyematan baret ini, Petrus Reinhard berharap dapat terus memacu semangat personel BNN RI dan provinsi serta kabupaten/kota dalam melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk mewujudkan Indonesia Bersinar.

“Ini tidak gampang ya, jadi bukan hanya kita melakukan penindakan tapi kita juga melakukan rehabilitasi dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga berkaitan dengan prevalensi dan informal pemberdayaan secara berkelanjutan,” tuntasnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================