
“Jadi salah satu indikator penilaian indeks literasi masyarakat itu dilihat dari jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan,” ujarnya.
Rudiyana menuturkan, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Kota Bogor rata-rata per harinya mencapai 500 orang yang didominasi anak-anak sekolah. Hal ini karena lokasi yang strategis dan banyak sekolah di sekitarnya. Tak ayal banyak siswa yang berkunjung ke perpustakaan, baik setelah pulang sekolah atau di jam istirahat. Begitu pula di Sabtu Minggu, pengunjung perpustakaan juga banyak dari kalangan keluarga.
“Jadi sejak diresmikan 17 Desember 2022 lalu pengunjung yang ke perpustakaan sudah mencapai 103 ribu lebih orang. Angka ini naik drastis dibandingkan sebelum perpustakaan pindah ke gedung baru, rata-rata pengunjung di perpustakaan gedung lama hanya 30-50 orang saja perhari,” sebutnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini Perpustakaan Kota Bogor sudah memenuhi standarisasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Standarisasi perpustakaan ini tertuang dalam regulasi yang harus dipenuhi setiap perpustakaan. Namun, mungkin yang membedakan perpustakaan Kota Bogor dengan perpustakaan lain, yakni dari segi interior, luasan dan aktivitasnya.
“Kami juga membuka donasi buku bagi masyarakat yang mau menyumbang buku dan bisa datang langsung ke perpustakaan. Donasi buku ini bisa menutupi gap kapasitas buku di perpustakaan. Saat ini Perpustakaan Kota Bogor baru menampung 85 ribu buku dari total 100 ribu eksemplar buku,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















