BOGOR-TODAY.COM – Kejadian kekerasan dan perundungan terhadap anak di wilayah Desa Tamansari, Kabupaten Bogor terjadi pada Jumat (8/12/2023).
Sekelompok anak setingkat SMP tak dikenal tiba-tiba melakukan pengeroyokan terhadap M (11), seorang anak kelas 5 SD Sirnagalih 2 Bogor usai bubar Jumatan.
Kejadian bermula saat M pulang salat Jumat dengan bersepeda hendak mampir membeli es durian di jalan Nangka, Ciapus.
Tiba-tiba dari pinggir jalan seorang anak menendang sepeda M hingga nyaris menabrak sepeda motor yang melintas.
Saat M kehilangan keseimbangan, sekurangnya lima orang anak langsung melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap M dengan cara memukul dan menendang.
M juga sempat dipukul kepalanya dengan sendal dan berkali-kali punggungnya di tendang.
Saat M melakukan perlawanan, anak lain menyerang bersama-sama hingga akhirnya korban berhasil meloloskan diri.
Tidak terima, orang tua korban melakukan penelusuran. Orang tua korban meminta penjelasan secara baik-baik dari beberapa pelaku ditambah keterangan warga.
Disebutkan warga dan pelaku, penyebabnya adalah para siswa Mts Al Hidayah Ciapus yang menyuruh dan mengancam anak-anak di sekitar jalan Nangka untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.
“Saya disuruh anak gede, anak SMP Al Hidayah yang menyuruh saya memukuli M. Kalau saya tidak mau, dia mengancam saya yang akan dipukulin,” ujar BT, salah seorang pelaku.
Menanggapi peristiwa perundungan ini, Kepala Desa Tamansari Sunandar berjanji untuk menindaklanjuti aduan warga.
“Insya Allah saya akan undang lembaga-lembaga di desa dan pihak terkait untuk membahas masalah ini,” ungkap Sunandar.
Ia menyatakan perlunya keterlibatan banyak pihak untuk mengatasi persoalan seperti ini sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi lagi.
Orangtua korban, Rifki menyatakan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.
“Perlu ada perhatian dari semua pihak dalam melihat persoalan ini. Jangan dianggap sepele. Ini pembelajaran penting bagi kita agar mendidik anak-anak dengan baik sehingga tidak mengarah pada budaya kekerasan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sudah saatnya pendidikan moral bagi anak-anak di wilayah Tamansari menjadi perhatian semua pihak.
“Terpenting, sekolah juga harus tahu dan bersikap sebagai salah satu lembaga kunci bagi pendidikan moral anak,” tegasnya.
Ia menyayangkan kondisi Desa Tamansari seharusnya jauh lebih kondusif dengan lingkungan warga yang berdekatan bersama sekolah dan pesantren.
Ia berharap budaya kekerasan di wilayah Tamansari tidak meluas.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















