
“Memang setiap wahana alam mereka mempunyai tim sendiri yang sudah bekerjasama dengan BPBD dalam hal ini bidang kesiapsiagaan. Kami juga selalu monitoring karena walau bagaimanapun keselamatan yang utama,” papar dia.
Ia juga menghimbau kepada pengelola wisata alam apabila berpotensi hujan dengan intensitas tinggi untuk meniadakan jam operasional, sebagai langkah awal antisipasi bencana.
“Jadi bilamana nanti ada potensi hujan besar, ataupun angin dan potensi banjir seharusnya diberhentikan dulu untuk wisata alam seperti arum jeram dan sebagainya,” jelasnya.
Selain di Puncak, pihaknya akan membuat beberapa pos untuk persiapan pengawasan kebencanaan di wilayah rawan bencana di Kabupaten Bogor menjelang Nataru.
“Kami mempunyai 9 titik dengan mako. Jadi pertama dari BPBD di Gadog, Cileungsi, Ciseeng, Leuwisadeng, Cisarua, Pamijahan dan Babakan Madang,” pungkasnya.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














