Masifkan Gerakan Pertanian Perkotaan, DKPP dan TPID Panen Cabai Rawit di Kampung Rambay

Pada saat panen pertama lanjut Hadi, harga cabai sedang melonjak tinggi di kisaran Rp100 ribu sampai Rp 120 Ribu.

Menurutnya harga cabai melonjak tersebut disebabkan karena pengaruh cuaca yang menyebabkan penyusutan hasil panen.

“Iya ketika panen pertama itu pas lagi kemarau. Panen menyusut hanya dapat 20 kilogram dari 200 pohon yang ditanam di lahan 150 meter,” ujarnya.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

Meski demikian,  pada hasil panen kedua hasil yang didapat cukup memuaskan, namun harga cabai sudah kembali turun seharga Rp 60 Ribu hingga 75 ribu.

Untuk menjaga tanaman cabai agar tidak terkena hama, Hadi menggunakan pestisida organik untuk menghadang hama. Selain itu pupuk yang digunakan pun pupuk kandang dari kotoran ayam yang didapat dari wilayah Sukabumi.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Menurutnya bertani cabai tidak terlalu sulit karena hanya perlu melakukan perawatan dengan tekun.

“Perawatan tidak ribet, harus ulet saja. Bersihin dari rumput liar, setelah itu ketika sudah usia dua bulan itu kita mulai memberikan pupuk kandang terus pestisida organik dan sebagainya,” katanya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================