Tahun Politik Jadi Tantangan Pengusaha Muda, HIPMI Kabupaten Bogor Perlu Sinergi Dengan Pemda

BOGOR-TODAY.COM – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor menyikapi dalam menghadapi dinamika tahun politik saat ini, di mana banyak kebijakan yang tak menentu dan menjadi tantangan bagi para pengusaha muda.

“Akhirnya para pengusaha muda bimbang memilih antara kebijakan yang mana nantinya menguntungkan pengusaha, bahkan cenderung merugikan pelaku usaha,” kata
Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bogor, Akhmad Hidayat, kepada Bogor-today.com, di Lorin Sentul Hotel, Senin (29/1/2024).

Di sela-sela acara sarasehan Pengusaha Muda dengan tema “Tantangan dan Peluang Pengusaha di Tahun Politik”, Daday sapaan akrabnya mengatakan, penting adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sebab, hal itu sesuai tercantum dalam UU No. 1 Tahun 2020 terkait dengan wirausaha kepemudaan yang harus direalisasikan dengan peraturan bupati.

BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

“Supaya implementasi dari UU itu segera terealisasikan dengan adanya Perbub sehingga menguntungkan untuk teman-teman wiraswasta muda,” kata Daday.

Oleh karena itu, Daday meminta kolaborasi yang tidak terhenti, khususnya pengusaha muda dengan pemerintah daerah. Sebab, kata dia, Kabupaten Bogor memiliki pangsa pasar yang cukup luas yang punya cuptive market (fenomena pasar yang memiliki jumlah produsen atau penyuplai terbatas, red). Sehingga itu yang menjadi peluang yang bisa dijadikan sinergitas dengan pemerintah daerah.

“Kalau kita bicara politik pasti bicara kepentingan, yang pertama kepentingan anak muda. Karena HIPMI punya sembilan kader yang akan berlaga di 14 Februari, tersebar di semua dapil termasuk di Kota Bogor juga provinsi.

BACA JUGA :  Lewat Program "Kami Mendengar", Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Pimpin Upacara di SMPN 2 Caringin

Pihaknya beraharap, ketika memang sudah terpilih sebagai anggota legislatif dapat membawa suara-suara pemuda, khususnya di Kabupaten Bogor untuk banyak mencetak lahirnya para pengusaha-pengusaha muda melalui kebijakan di legislatif itu sendiri.

“Sebetulnya minimal satu desa itu harus ada 10 pengusaha muda, tahun kemarin targetnya anak-anak HIPMI itu lima tapi kita naikan jadi 10. Dengan adanya era digital ini saya yakin temen-temen yang di desa-desa tergerak ketika memang melihat kesuksesan anak-anak muda yang mencoba memainkan dunia digital,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================