Abis Sahur Langsung Tidur? Bikin Seger atau Jadi Ngantukan Ya? Simak Ini

Ilustrasi tidur

BOGOR-TODAY.COM – Kebanyakan orang mungkin memilih tidur kembali setelah sahur lantaran masih mengantuk setelah menyempatkan bangun dini hari. Karena kerap dilakukan sepangjang bulan Ramadhan sebelumnya, maka ada yang merasa hal ini tidak bermasalah bagi kesehatan.

Kebiasaan tidur sehabis makan sahur sebetulnya tidak masalah dilakukan dengan sejumlah catatan. Misalnya, membatasi batas waktu maksimal tidur, di rentang waktu setengah jam hingga satu jam. Hal itu menurut Menurut dokter spesialis gizi Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, SpGK (K).

“Ini tergantung kebutuhan ya, umumnya kalau lagi libur nggak ngantor gitu kan, kepinginnya tidur ya, kalau kerja kan nggak sempet. Jadi disarankannya take a nap aja, jadi cuma tidur sejenak gitu,” terang dr Nurul, Rabu (13/3/2024).

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

“Take a nap itu cuma tidur mungkin setengah jam, atau maksimal satu jam gitu supaya nggak terlalu ngantuk, gitu ya,” sambungnya.

Pasalnya, kembali tidur sehabis sahur dengan waktu terlalu lama malah bisa membuat tubuh semakin lemas dan mengantuk. Bukan seperti yang diharapkan, yakni ‘recharge’ energi.

Bukan tidak mungkin, saat bangun tidur di atas pukul 7 pagi, seseorang malah semakin mudah merasa haus lantaran suhu udara sudah kembali tinggi.

Cara sederhana agar tidak mudah mengantuk dan tetap aktif berkegiatan seharian adalah dengan membatasi asupan karbohidrat saat sahur. Hal ini juga bisa meminimalisir keinginan ingin tidur di waktu tepat setelah sahur.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

“Pas sahur itu karbohidratnya jangan terlalu banyak, jadi secukupnya makan nasi, ya, supaya apa? Karena kalau kita terlalu kenyang terlalu tinggi, kadar insulinnya terlalu naik, nah itu bikin ngantuk, gitu,” tuturnya.

“Malah sehat kalau pengen ngga ngantuk banget pas lagi sahur ya apalagi sahur, jangan makan nasi, gantinya mungkin bisa oatmeal, kentang, jagung, atau singkong gitu, karena dia kandungan seratnya tinggi, kadar glukosanya nggak cepat naik, hormon insulinnya nggak cepat naik,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================