BOGOR-TODAY.COM – Gempa bumi berkekuatan 3,3 SR yang terjadi di Sukabumi, pada Kamis (9/5/2024) sekitar pukul 15.15 WIB disebabkan oleh aktivitas sesar lokal.
Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Agung Saptaji menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil observasi/pemantauan dengan alat BMKG, belum terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) pasca gempabumi tersebut.
BMKG Stasiun Geofisika Sukabumi akan terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut. Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
“Hasil analisis awal, gempa ini terjadi karena aktivitas sesar lokal yang berada di sekitar pusat gempa,” ungkap Agung Saptaji, Jum’at (10/5/2024).
Sementara Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Salak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Yuda Pratama menegaskan, gempa bumi yang terjadi, bukan berasal dari aktivitas Gunung Salak.
“Gempa di Sukabumi merupakan gempa tektonik jauh dan bukan dari aktivitas Gunung Salak. Saat ini aktivitas Gunung Salak dalam level normal,” tegas Yuda, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kondisi di sekitar Gunung Salak yang memiliki ketinggian 2.211 mdpl tersebut, cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah selatan dan suhu udara berkisar antara 22 hingga 29 derajat Celcius. Gunung terlihat jelas dan asap kawah terpantau nihil.
Meskipun begitu, PVMBG menghimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak memasuki kawah dalam radius 500 meter dari kawah-kawah yang aktif di Gunung Salak (Kawah Ratu, Kawah Hirup dan Kawah Paeh).
“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berlama-lama di kawah-kawah G. Salak serta di lokasi – lokasi embusan gas untuk mewaspadai potensi gas beracun,” tukas Yuda Pratama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















