
Ia menuturkan, sampai saat ini di setiap rencana aksi daerah yang dibuat, pihaknya selalu melabeli anak-anak usia 0 sampai 19 tahun itu lemah, perlu dijaga dan dilindungi. Namun kondisi saat ini, tak sedikit juga anak-anak yang malah menjadi pelaku kekerasan. Akibat pengaruh dari gadget yang luput dari pengawasan orangtua.
“Jadi ke depan tidak hanya mengamati anak sebagai korban, tapi juga mencegah anak itu menjadi pelaku. Kita semua bertanggung jawab atas perlindungan anak-anak kita bukan hanya satgas saja. Kita harus tahu dalam satu hari itu apa yang dilakukan anak dan dia kemana saja,” tegas dia.
Di tempat yang sama, Kepala DP3A Kota Bogor, Dody Ahdiat mengatakan, untuk mendapatkan predikat utama perlu komitmen dari semua OPD di lingkungan Pemkot Bogor dan juga instansi vertikal di Kota Bogor. Pasalnya, pada penilaian KLA 2023 lalu, Kota Bogor berhasil mendapatkan poin 700 lebih dan hanya kurang sedikit menuju predikat utama yang poinnya di kisaran 800 poin.
“Kota Bogor sudah jauh lebih bagus dibanding kota lain, tapi kalau mau menginjak ke utama harus memperlihatkan hasil kerja kita. Sekarang sudah mulai proses pengumpulan evidence di semua instansi, setelah itu evaluasi mandiri dan verifikasi lapangan di Juni mendatang untuk KLA 2024,” kata Dody.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















