Pemkab Bogor Terus Tingkatkan Intervensi Kasus Stunting Demi Wujudkan GOBEST

Ajat menambahkan, intervensi sensitif seperti pendampingan dan pencatatan keluarga berisiko stunting, memperluas komunikasi, informasi dan edukasi, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, bantuan usaha kecil menengah dan peningkatan kesetaraan gender.

“Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bogor dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi dengan pendekatan berbagai program dan kegiatan lintas sektor,” ujarnya.

BACA JUGA :  Telkom University dan NUS Perkuat Kolaborasi, Siapkan Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Ajat melanjutkan, selain itu, kami juga berpedoman pada Stranas stunting 2018-2024, dimana didalamnya terdapat penguatan lima pilar. Yang terdiri dari komitmen berkelanjutan dari para pemimpin, peningkatan literasi masyarakat, konvergensi serta keterpaduan lintas sektor, pemenuhan gizi yang tepat dan terakhir, penguatan sistem pemantauan dan evaluasi.

BACA JUGA :  SOD Kabupaten Bogor Jadi Pelopor Nasional, Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi hingga Tingkat Dunia

“Namun demikian, berbagai upaya intervensi ini masih harus terus ditingkatkan karena masih ada capaian yang di bawah target nasional, meskipun menunjukan peningkatan yang cukup baik dari periode tahun sebelumnya,” lanjut Ajat. (*/Gistin Iliyyin)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================