
Polisi menduga motif dari pengeroyokan itu adalah akibat dendam dari pelaku yang satu sekolah dengan korban.
“RA mengadu kepada rekannya melalui pesan singkat WA, sehingga rekannya mengajak rekan lain lagi yang kebetulan sedang menonton kesenian reog pada malam Minggu di daerah Kecamatan Bergas dan mereka bergerak bersama-sama di jalan arah rumah domisili korban yang tinggal bersama neneknya, dan terjadi pengeroyokan tersebut,” jelasnya.
Saat ini, pihak kepolisian juga sudah memanggil para guru dan orang tua yang bersangkutan. Pihaknya juga mempertimbangkan mediasi untuk penyelesaian kasus tersebut.
“Dengan pertimbangan para pelaku masih anak anak, untuk para pelaku maupun korban dilakukan mediasi dengan menyertakan surat pernyataan di hadapan orang tua maupun guru,” ujarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















