
“Meskipun ada upaya untuk menyeimbangkan melalui jalur prestasi, seperti yang dimulai hari ini, namun tantangan utama tetap berada pada sistem zonasi yang membatasi akses pendidikan,” katanya.
Kritik juga disampaikan terhadap kebijakan pemerintah terkait peraturan zonasi yang dianggap kurang fleksibel untuk daerah-daerah terpencil.
Tokoh masyarakat Sukajaya, Apih Ujang menyoroti perlunya penambahan sarana pendidikan di Sukajaya agar semua anak mendapatkan akses yang setara.
“Dalam upaya mengatasi masalah ini, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah konstruktif,” ujar Apih Ujang.
“Kami butuh solusi nyata untuk memastikan setiap anak di Sukajaya bisa mengakses pendidikan yang layak tanpa hambatan yang berarti,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















