
Meski begitu, kata Eko beberapa program yang sudah berjalan seperti program inovasi Pemkot Penting Lur sedikit banyak sudah membuahkan hasil atas komitmen dan kesanggupan perangkat daerah dalam berkontribusi ikut serta dalam kegiatan Pemkot Penting Lur dengan memberikan telur untuk penanganan stunting.
“Harapannya program Pemkot Penting Lur ini meningkat ditambah program inovasi lainnya sehingga dapat membawa angka prevalensi stunting Kota Bogor tahun 2024 menurun tajam, karena dari data tahun 2023 angka stunting turun dari 2.363 menjadi 1.849 atau turun 514 anak. Kemudian data dari Dinkes dari hasil penimbangan tahun 2023 turun 0,5 persen dari 2,3 persen,” katanya.
Tahun 2024 ini lanjut Eko, capaian target penurunan stunting yaitu 1.000 anak dari 1.849 dan penurunan 2.000 risiko stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, komitmen bersama dan penyamaan persepsi ini sebagai langkah untuk ‘tancap gas’ menurunkan stunting lebih banyak lagi
“Karena ini melibatkan semua perangkat daerah. Arahannya langsung dari pak Pj Wali Kota untuk mendukung program ini dan membuat inovasi yang berdampak langsung. Goals-nya adalah angka stunting turun dan stunting baru tidak ada lagi,” ujarnya.
Ada beberapa indikator capaian yang harus diraih dalam menurunkan stunting, diantaranya adalah setiap anak harus memiliki tinggi, berat badan serta kecerdasan tidak kurang dari standar yang sudah ada dalam indikator menuju sehat.
Kegiatan ini juga dihadiri Bunda Peduli Stunting, Windhy Wuryaning Tyas Primbandini dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah yang hadir memberikan paparan dan materi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Bogor.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















