
Menurutnya, manfaat dari aplikasi ini antara lain termutakhirkan data potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang berdampak pada peningkatan penerimaan, serta meningkatnya penerimaan bagian desa dari BHPRD yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan di desa dan kelurahan.
“Dengan aplikasi ‘Lapor Pak’, kami berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kolaboratif,” tambahnya.
Andri menambahkan, rencana kegiatan untuk pembangunan dan implementasi aplikasi “Lapor Pak” meliputi pembentukan tim efektif kegiatan, rapat koordinasi dengan stakeholder, dan pengembangan aplikasi. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup koordinasi dengan mentor, penyusunan desain aplikasi, serta pemutakhiran data potensi pajak eksisting, serta menyusun langkah kerja yang terstruktur untuk memastikan implementasi aplikasi ‘Lapor Pak’ berjalan lancar.
“Kami yakin bahwa dengan dukungan semua pihak, terutama partisipasi aktif dari desa-desa, potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kabupaten Bogor dapat tergali secara optimal. Semoga dengan adanya aplikasi “Lapor Pak”, diharapkan Kabupaten Bogor dapat terus meningkatkan penerimaan pajak daerah secara transparan dan efisien, demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan,” tukasnya. (* / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















