BOGORTODAY.COM – Siapapun akan terenyuh melihat kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di Barat Kabupaten Bogor, terlebih mereka yang tinggal di kaki Gunung Halimun yang jauh dari perhatian pemerintah.
“Persoalan kesehatan, pendidikan, jalan rusak dan isnfrastruktur lainnya memang masih menjadi PR besar bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena masih banyak yang belum tersentuh,” ujar calon bupati Bogor Ade Ruhandi.
Desa malasari, bukan satu – satunya desa yang bernasib buruk, banyak desa – desa lain di setiap pelosok yang masih butuh perhatianj serius pemerintah, terutama infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan dan Pendidikan.
“Sebagai putra asli Bogor dan lahir di pelosok Desa, tentunya saya tahu betul kondisi masyarakat dan paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat,” tutur pria yang akrab disapa Jaro Ade.
“Kejadian warga menggendong pasien karena akses yang buruk dan jauhnya fasilitas kesehatan selalu dialami warga yang tinggal di pelosok,” imbuh tokoh dan juga politisi Partai Golkar.
Sejak dirinya menjabat sebagai ketua DPRD kabupaten Bogor, Jaro Ade selalu menggaungkan pembangunan merata hingga ke pelosok desa.
“Bagai mana sebuah daerah bias dikatakan maju, jika kemajuan hanya di perwajahan kota saja, ingat pembangunan yang perlu di tingkatkan yakni di wailayah perdesaan. Tingkat kesejahteraan orang des aitu sangat kecil, ini tugas pemerintah,” terangnya.
Jaro Ade pun berujar, jika dirinya terpilih dan ditakdirkan menjadi orang nomor satu di Bumi tegar Beriman, pembangunan harus merata mulai dari tingkat desa.
“Program yang digulirkan ibu Ade cukup bagus yakni sastu miliar satu desa (SAMISADE), program itu jangan sampai hilang bila perlu kita tambahkan anggarannya, hingga pembangunan insfrastruktur strategis seperti, fasilitas kesehatan fasilitas Pendidikan dan fasilitas penunjang lainnya terpenuhi disetiap desa,” pungkasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















