Harga Cabai di Bogor Makin Pedas, Tembus hingga 80 Ribu per Kilogram

“Semoga saja ke depannya harga-harga semakin stabil biar pembeli juga enggak pada ngeluh,” ungkapnya.

Kenaikan harga cabai yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian para pemilik warung tegal (warteg).

Para pedagang kecil merasa semakin tertekan dengan lonjakan harga bahan pokok, khususnya cabai, yang merupakan bahan utama dalam masakan mereka.

Heri, seorang pemilik warteg di kawasan Pakansari, mengungkapkan kekhawatirannya. “Harga cabai sekarang sudah mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Ini sangat memberatkan kami, karena hampir semua masakan di warteg menggunakan cabai sebagai bumbu utama,” keluh Heri.

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

Ia menambahkan bahwa tingginya harga cabai memaksanya untuk menaikkan harga jual makanan, yang berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan.

Dewi, pemilik warteg di kawasan Karadenan, juga mengeluhkan hal yang sama. “Kami sebagai pedagang kecil sangat terdampak. Kenaikan harga cabai ini sangat memberatkan, apalagi banyak pelanggan kami adalah pekerja dengan penghasilan pas-pasan. Jika harga makanan naik, mereka bisa saja mencari alternatif lain,” kata Dewi.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Para pemilik warteg berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga cabai di pasaran.

“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah, baik melalui operasi pasar atau kebijakan lainnya, agar harga cabai bisa kembali stabil. Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir banyak warteg yang akan gulung tikar,” kata Dewi. (cr2).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================