
Burhanudin menjelaskan, sampling yang dilakukan dengan metoded quistioner ke berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya itu, atribut atau media kampenye baik yang konfensional seperti, baliho, bilboard dan alat peraga kampanye lainnya juga menjadi bagian dai survei Indikator.
“Sampling dilakukan untuk para bakal calon bupati Bogor dengan cara kampanye melalui media masa maupun media sosial jug akami lakukan, dan hasilnya pak Jaro Ade tetap jauh lebih unggul dari 3 kompetitor lainnya,” terang Burhanudin.
Kendati demikian, lanjut Burhanudin, hasil survei tersebut bisa saja berubah mengingat masih ada waktu kurang lebih 4 bulan menjelang pencoblosan.
Dia menambahkan, jik seluruh tim bergerak, ada kemungkinan ada perubahan angka persentase bagi seluruh bakal calon bupati Bogor. Apalagi salah satu bakal calon tidak mendapatkan surat penugasan, pergeseran angka kemungkinan akan terbagi – bagi kepada 3 calon.
“Jika melihat angka persentase hari ini, pak Jaro Ade mendapatkan nilai tertinggi, kemungkinan besar pergeseran akan lebih banyak ke calon yang popularitas dan elektabilitasnya lebih tinggi, yakni pak Jaro Ade,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















