
Panik, Jublina langsung berlari memberitahu suaminya, Hernimus Udju Riwu, yang juga merupakan Kepala Dusun I. Tak lama kemudian, mereka menuju ke TKP untuk mengecek kondisi Lamber.
Namun, Lamber sudah meninggal dunia. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Sabu Timur. Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Bolou langsung menuju lokasi kejadian untuk olah TKP dan pemeriksaan medis.
Tim medis menemukan luka gores pada rusuk kiri dan betis kaki kiri. Lamber diduga mengalami benturan pada rusuk bagian kirinya hingga mengakibatkan meninggal di TKP.
“Di TKP terdapat patahan batang kayu lamtoro dalam kondisi sudah lapuk. Keluarga juga menolak untuk diautopsi,” jelas Paulus.
Paulus menambahkan selama ini Lamber tinggal bersama istrinya, Laplan Ngapa (81), dan anaknya Yulius Tulu Ga (39). Mereka diketahui memelihara 10 ekor kambing.
“Selama ini korban rajin mencari daun untuk pakan ternak kambing yang berjumlah 10 ekor,” tandas Paulus.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















