Menyusuri Perjalanan Ali Imron, Perajin Oven Gas dari Kampung Kaleng Bogor

Keberhasilan ini tentu tidak datang dengan sendirinya. Omzet usaha Imron kini mencapai ratusan juta rupiah per bulan, dengan harga oven yang bervariasi. Dalam satu minggu, ia mampu menjual sekitar 50 unit oven dengan berbagai ukuran.

“Untuk ukuran kecil, harganya berkisar antara 1,2 hingga 1,5 juta rupiah, sementara ukuran besar bisa mencapai 4 hingga 6 juta rupiah,” jelasnya.

Perjalanan Imron menuju kesuksesan tidaklah mulus. Sebelum sukses dengan oven gas, ia sempat mencoba berbagai usaha lain. Mulai dari berdagang tutut (keong sawah) hingga grosiran baju. Namun, semuanya berhenti di tengah jalan karena berbagai kendala.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

“Saya juga pernah dagang tutut sekitar satu-dua tahun, tapi berhenti karena musim hujan. Tahun 2013, saya coba buka grosiran baju, bahkan sampai Dinas PUPR sempat memesan ke saya, tapi akhirnya berhenti karena kalah saing,” kenang Imron.

Akhirnya, Imron menemukan jalan yang tepat di dunia oven gas. Bermula dari bekerja di bagian packing di usaha saudaranya, ia belajar alur bisnis hingga berhasil mengumpulkan modal untuk membuka usaha sendiri. Kini, Imron berdiri tegak dengan keyakinan yang kuat, didukung oleh tekad yang tak tergoyahkan dan dukungan penuh dari keluarga.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Kisah Ali Imron adalah bukti nyata bahwa dengan keyakinan, tekad, dan kerja keras, produk lokal Indonesia masih bisa bersaing di tengah gempuran produk asing. Di tangan Imron, oven gas bukan sekadar alat memasak, tapi simbol perjuangan dan kebanggaan akan produk lokal yang mampu merajai pasar nasional. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================