
“Belum menikah, dia kerja di Semarang. Tetangga nggak ada yang curiga kalau hamil, kebetulan dia kalau berpakaian longgar,” ujar Sujito.
Diberitakan sebelumnya, mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Tumilah (55) dan Miswati (40). Saat itu keduanya hendak ke kebun untuk memetik nangka.
“Lihat di pinggir sungai itu kok ada putih-putih, apa gitu. Terus kami ambil bambu kecil buat ngecek, kok kelihatan ada pahanya, kayak bayi. Di dalam kresek itu kami nggak berani pegang,” kata Tumilah.
Keduanya lalu mengabarkan kepada warga lain dan diteruskan ke perangkat desa juga ke kepolisian. Polisi yang datang bersama petugas medis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dokter dari Puskesmas Winong, Hanun Ridzati menjelaskan dari hasil pemeriksaan awal bayi itu diduga meninggal sehari lalu.
“Bayinya laki-laki, mungkin baru lahir. Meninggalnya baru sekitar 24 jam karena masih ada tali pusar. Ini dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” kata Hanun di lokasi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















