
BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memperingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi masuknya cacar monyet di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.
Cacar monyet merupakan penyakit langka yang berasal dari daerah terpencil di Afrika dan ditularkan dari hewan ke manusia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengungkapkan bahwa gejala awal cacar monyet mirip dengan infeksi virus pada umumnya, seperti munculnya bintik-bintik di kulit dan demam.
“Gejala awalnya termasuk sakit kepala parah, nyeri punggung, nyeri otot, kelelahan, pembesaran limpa, serta gejala mirip flu seperti hidung tersumbat dan batuk,” jelas Adang.
Adang menambahkan bahwa dalam tiga hari berikutnya, penderita akan mengalami rasa lesu, serta muncul luka pada kulit yang kemudian berkembang menjadi bentol-bentol.
“Bentol-bentol tersebut nantinya akan pecah dengan sendirinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adang menjelaskan bahwa cacar monyet dapat menular lebih efektif melalui kontak fisik langsung dengan penderita. Meskipun menurut WHO juga bisa menyebar melalui droplet, penularannya tidak semudah yang dibayangkan.
Adang mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyakit ini.
“Virus ini sangat bergantung pada kekebalan tubuh kita. Jika daya tahan tubuh baik, insya Allah kita akan lebih tahan terhadap serangan virus ini,” tutupnya. (Cr2)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















