
BOGORTODAY.COM – Dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, sebuah Misa akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (3/9/2024) dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Acara ini rencananya akan disiarkan secara langsung tanpa jeda di televisi nasional, yang berpotensi berbenturan dengan waktu penayangan adzan Maghrib yang biasanya disiarkan lengkap dengan audio visual.
Sebagai respons, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana menayangkan adzan dalam bentuk teks berjalan (running text) selama Misa berlangsung.
Namun, rencana ini menuai kritik dari Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Ahmad Yani.
Ia menilai bahwa keputusan tersebut melanggar batas toleransi beragama. Ahmad Yani menyatakan bahwa seharusnya toleransi antarumat beragama tidak merugikan penayangan ibadah agama Islam.
“Saya sangat menyesali keputusan menayangkan adzan melalui teks berjalan pada saat acara agama lain. Ini adalah bentuk toleransi yang kebablasan,” ujarnya.
Menurut dia, rencana tersebut melampaui batas yang seharusnya dijaga dalam menghormati keberagaman. (cr2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















