
“Dananya seluruhnya adalah dana dari BNPB, dana untuk huntap. Dari kita (Pemkot Bogor) ada pendampingan menyelesaikan infrastruktur pendukung, misalnya membuat TPT, jalan masuk dan sebagainya. Kita juga koordinasi dengan PLN dan PDAM yang nanti akan menyambung air dan listrik ke sini,” sambungnya.
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta adanya beberapa titik potensi rawan bencana, sebagai mitigasi maka Kota Bogor memerlukan banyak tempat relokasi hunian tetap. Sehingga, lanjut Sekda, akan dilakukan pembahasan untuk membuat rencana pembangunan hunian vertikal.
“Karena banyak yang memerlukan, kita harus sudah memulai bangun rumah susun. Mungkin nanti sekitar sini, karena fasilitasnya sudah bangun. Jalan masuknya sudah kita bikin, ada permukiman klasternya, jadi bisa terpadu. Kita bahas juga dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD),” ucap Syarifah.
Turut hadir mendampingi Sekda, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Hidayatullah dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















