
Ia menambahkan, masyarakat Bogor cenderung rasional dalam memilih dan ingin melihat proses kebijakan yang ditawarkan masing-masing paslon sebelum membuat keputusan final. “Pemilih Kota Bogor sangat rasional.
Mereka ingin melihat proses kampanye, kebijakan, dan perjalanan para paslon, baru kemudian menentukan pilihan di akhir,” jelasnya.
Yusfitriadi juga menekankan bahwa pengaruh politik uang dalam pilkada Kota Bogor relatif kecil.
Menurutnya, persaingan antar paslon lebih didominasi oleh komunikasi intensif dengan masyarakat. Namun, kasus hukum dapat menjadi faktor yang mengubah konsistensi pemilih dalam menentukan pilihan. (cr2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















