
“Jangan pernah kendor, pastikan semua tugas terlaksana dengan baik, terutama tugas pengamanan VVIP yang memiliki risiko tinggi,” pesannya.
Sementara itu, Mayor Bistok Simarmata, yang sebelumnya bertugas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) di Bandung, menyatakan kebanggaannya atas penugasan di Bogor.
“Saya belum pernah berdinas di Bogor sebelumnya, tetapi saya sudah mengetahui beberapa objek vital di sini, termasuk Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor yang menjadi tanggung jawab kami ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan rencana ke depan untuk meningkatkan kemampuan batalyon menjadi mekanis dengan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk lima kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang akan mendukung tugas pengamanan VVIP.
“Walaupun jumlahnya masih jauh dari ideal, namun penambahan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi prajurit kami dalam menjalankan tugas,” imbuh Bistok.
Dengan semangat kolaborasi, Bistok berharap Batalyon Infanteri 315 dapat dikenal tidak hanya di kalangan TNI, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat Bogor.
“Saya berharap kita bisa bersinergi dengan Forkopimda dan institusi lain, sehingga kehadiran kita bisa lebih dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















