
Krisis air bersih dan sanitasi ini menjadi beban berat bagi perempuan, yang sampai saat ini masih menjadi penanggung jawab ketersediaan air bersih di rumah untuk kebutuhan memasak, mencuci & minum.
Dengan tanggung jawab ini, banyak dari mereka yang terganggu aspek pendidikannya hingga terancam dinikahkan pada usia anak akibat rendahnya perekonomian keluarga.
Hasil riset peneliti IRGSC tahun 2022 menunjukan warga Kota Kupang, NTT menghabiskan 17-40 persen penghasilannya untuk membeli air dari berbagai sumber.
Hal ini berbanding terbalik dengan kota-kota lain yang hanya menghabiskan maksimal 10 persen penghasilannya untuk air bersih.
NTB khususnya Lombok juga memiliki musim kemarau yang panjang dan curah hujan yang rendah, sehingga sumber air tanah menjadi terbatas.
Selain itu, medan yang berbukit-bukit menyulitkan pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah. Jaringan pipa air bersih di Lombok masih belum menjangkau seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan.
Saat musim kemarau, sebagian besar warga mengandalkan air hujan atau membelinya yang tentu saja membebani biaya rumah tangga.
Keterbatasan akses air bersih berdampak pada buruknya sanitasi, sehingga masyarakat rentan terhadap segala macam penyakit.
Tentang Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia)
Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017.
Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.
Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan.
Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi melalui tujuh program tematik, yaitu Pencegahan Gagal Tumbuh Anak, Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan Kaum Muda, Kesehatan Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, Sekolah Tangguh, Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan yang Responsif Gender, juga Resiliensi Iklim yang Dipimipin oleh Kaum Muda.
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















