
Jiwa ibu yang secara mutlak hadir pada diri Rena menuntunnya ingin mengetahui ada apa dengan Jumiatin. Rena merasa bagaimana yang dirasakan seorang ibu.
Seorang ibu mengasihi ibu, itulah yang tampak ketika Rena menemui Jumiatin. Suasana memancarkan cinta antar perempuan, sesama ibu.
“Saya juga seorang ibu. Hati siapa yang tidak sedih bila melihat ada ibu tua tetapi terlantar di pinggiran jalan, dalam keadaan tidak memenuhi nilai layak,” ujar Rena Da Frina.
Di tengah pergulatan Pilwakot Bogor 2024 dan waktu kampanye yang ketat, ternyata naluriah keibuan dan keperempuanan Rena Da Frina tak padam.
Rena menaburkan bibit cinta kepada sesama manusia di tengah hajatan politik. Luapan cinta dirinya yang seorang perempuan dan juga sebagai ibu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















