
Selain itu, sosialisasi yang dilakukan dapat disampaikan dan diteruskan kepada seluruh masyarakat, disertai langkah-langkah penunjang lainnya agar masyarakat siap menghadapi ancaman, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
“Langkah sosialisasi, mitigasi, hingga penanganan tentunya tidak hanya oleh BPBD terkait, tetapi seluruh pihak melalui sinergitas,” kata Pangarso.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, menambahkan bahwa sosialisasi, edukasi, transfer informasi, hingga literasi kebencanaan terus disampaikan kepada masyarakat, aparatur wilayah, maupun sekolah-sekolah di Kota Bogor.
Tidak hanya terkait megathrust, tetapi juga bencana-bencana lain yang kerap terjadi di Kota Bogor.
Sementara itu, Ketua Forum PRB Kota Bogor, Aldilah Rahman berharap ada tindak lanjut melalui kolaborasi dengan sosialisasi dan simulasi secara periodik ke sekolah-sekolah maupun wilayah secara langsung. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan organisasi atau pihak yang tergabung dalam PRB Kota Bogor dalam melaksanakan langkah pra-bencana yang menjadi fokus utama PRB Kota Bogor.
“Koordinasi dan sinergi semua pihak dibutuhkan dalam melaksanakan sosialisasi-sosialisasi tentang kebencanaan kepada masyarakat Kota Bogor,” ucapnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















