
“Maka untuk menghadangnya, cara dakwah dan pendidikan ormas Islam pun tentu tidak bisa lagi konservatif tetapi harus mampu menyesuaikan juga pendekatan, model dan bentuk dakwahnya,” jelas politisi kelahiran Bogor itu.
PUI dan ormas Islam harus menjadi organisasi yang profesional, modern dan lincah (agile) dalam melakukan adaptasi menghadapi percepatan perubahan yang terjadi.***
Berbeda dengan perjalanan perubahan revolusi industri ke belakang yang memerlukan waktu sampai 100 tahunan, saat ini perubahan bisa terjadi dalam hitungan 10 tahunan (dekade), tahunan bahkan lebih cepat lagi.
“Sebagai dampak dari kemajuan teknologi, perubahan bisa terjadi dengan amat cepat atau revolutif. Pertanyaannya sekarang, sudah sejauh mana PUI, Muhammadiyah, NU, Mathlaul Anwar, Persis dan ormas Islam lainnya melakukan transformasi secara struktural dan substansial untuk mengantisipasi semua fenomena itu,” ungkapnya.
Kang AW berharap PUI dan seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Bogor bisa bekerja secara maksimal dengan seluruh pemangku kepentingan yang diperlukan untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendiri dalam mendidik dan membina umat.
“Serta memberdayakan ekonomi ummat dengan pikiran yang tidak mengkotak-kotakan namun dalam spirit kolaboratif sehingga mampu melahirkan kualitas ummat yang mumpuni, terdidik, cerdas dan sejahtera,” pungkasnya.
Sekedar informasi, pelantikan pengurus daerah PUI Kabupaten Bogor saat ini dipimpin H. Herdi Hendrawan, S.Ag, ME, juga dihadiri unsur DPW PUI Provinsi Jawa Barat dan DPP PUI.
Turut dihadiri pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Agus Salim dan unsur forkopimda lainnya, H. Romdon, Kemenag Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor dan ormas-ormas Islam di Kabupaten Bogor. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















