Ormas Islam Dituntut Mampu Beradaptasi Dengan Perubahan

Asep Wahyuwijaya, anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Kabupaten Bogor

BOGORTODAY.COM – Secara historis, kelahiran dan perjalanan ormas Islam di Indonesia setidaknya selalu menjadi pelopor dalam 3 agenda besar. Pertama, berjihad melawan penjajahan, kedua, berkontribusi kongkrit dalam memerangi kebodohan dan mencerdaskan ummat.

“Dan, ketiga ormas Islam berperan aktif dalam memerangi kemiskinan dan memberdayakan ekonomi demi mensejahtrakan ummat,” ujar Asep Wahyuwijaya, anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Kabupaten Bogor.

Kang AW – sapaan akrabnya – berharap, Persatuan Ummat Islam (PUI) dan ormas-ormas Islam di Kabupaten Bogor mampu memiliki cara pandang yang luas, komprehensif, dan mampu melibatkan diri secara aktif dalam menjawab persoalan-persoalan keummatan.

Kehadiran Kang AW dalam acara Pelantikan Pengurus Daerah PUI Kabupaten Bogor di Ruang  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor pada 12 Oktober 2024 kemsrin, memberikan motifasi dan spirit agar ormas Islam di Kabupaten Bogor lebih luas cara pandangnya sebagai umat Islam.

“Sikap PUI dan ormas Islam itu harus inklusif dengan siapapun, jangan mengeksklusifkan diri. Secara faktual, PUI dan ormas-ormas Islam harus mampu bersinergi sekaligus berkolaborasi membangun spirit kohesifitas di antara sesama ormas Islam untuk melakukan tugas-tugas besar tersebut,” kata Kang AW.

Ormas Islam Dituntut Mampu Beradaptasi Dengan Perubahan

“Apalagi, diera globalisasi yang secara geografis saja menjadi tak ada sekat dan saling menggantungkan dan mempengaruhi, mengambil sikap eksklusif itu sama sekali tidak menguntungkan dan bahkan boleh dibilang melawan sunatullah,” tegas pria yang juga Ketua MN KAHMI dan pengurus MPP ICMI ini.

BACA JUGA :  Shafeea Curi Perhatian Saat Tampil di Konser Aldi Taher, Momen Bareng Dul Jaelani Viral di Media Sosial

Tantangan ummat dan ormas Islam ke depan sangat berat. Fenomena modernisasi, globalisasi dan digitalisasi yang hari ini terjadi sangat terasa pengaruh dan dampaknya.

“Situasi ini bagaimana pun juga harus mampu dijawab secara kongkrit oleh PUI dan ormas-ormas Islam lainnya dengan cara misalnya melakukan penyesuaian model dan bentuk dakwah dan perjuangannya,” ujarnya.

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, jika kemungkaran seperti judi yang bermarkas di Kamboja saja sudah mampu bertransformasi dengan amat marak menjadi judi online dan merasuki sejumlah ummat di tanah air.

“Maka untuk menghadangnya, cara dakwah dan pendidikan ormas Islam pun tentu tidak bisa lagi konservatif tetapi harus mampu menyesuaikan juga pendekatan, model dan bentuk dakwahnya,” jelas politisi kelahiran Bogor itu.

PUI dan ormas Islam harus menjadi organisasi yang profesional, modern dan lincah (agile) dalam melakukan adaptasi menghadapi percepatan perubahan yang terjadi.***

Berbeda dengan perjalanan perubahan revolusi industri ke belakang yang memerlukan waktu sampai 100 tahunan, saat ini perubahan bisa terjadi dalam hitungan 10 tahunan (dekade), tahunan bahkan lebih cepat lagi.

BACA JUGA :  Warkop Rasa Coffee Shop Hadir di Dramaga, Menu Mulai Rp 5.000

“Sebagai dampak dari kemajuan teknologi, perubahan bisa terjadi dengan amat cepat atau revolutif. Pertanyaannya sekarang, sudah sejauh mana PUI, Muhammadiyah, NU, Mathlaul Anwar, Persis dan ormas Islam lainnya melakukan transformasi secara struktural dan substansial untuk mengantisipasi semua fenomena itu,” ungkapnya.

Kang AW berharap PUI dan seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Bogor bisa bekerja secara maksimal dengan seluruh pemangku kepentingan yang diperlukan untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendiri dalam mendidik dan membina umat.

“Serta memberdayakan ekonomi ummat dengan pikiran yang tidak mengkotak-kotakan namun dalam spirit kolaboratif sehingga mampu melahirkan kualitas ummat yang mumpuni, terdidik, cerdas dan sejahtera,” pungkasnya.

Sekedar informasi, pelantikan pengurus daerah PUI Kabupaten Bogor saat ini dipimpin H. Herdi Hendrawan, S.Ag, ME, juga dihadiri unsur DPW PUI Provinsi Jawa Barat dan DPP PUI.

Turut dihadiri pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Agus Salim dan unsur forkopimda lainnya, H. Romdon, Kemenag Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor dan ormas-ormas Islam di Kabupaten Bogor. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================