
Setiap elemen dalam desain Candi Borobudur memiliki makna simbolis yang mendalam. Arsitekturnya menggambarkan alam semesta dalam ajaran Buddha, di mana setiap tingkat mencerminkan tahapan menuju pencerahan.
Relief yang ada di dinding candi menampilkan berbagai cerita dan ajaran moral, membuat Borobudur bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sumber pendidikan spiritual.
Penemuan Kembali dan Pemulihan
Setelah ditinggalkan selama berabad-abad, Candi Borobudur ditemukan kembali pada abad ke-19 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Jawa.
Penemuan ini memicu minat internasional terhadap candi tersebut, dan upaya pemulihan dimulai untuk mengembalikan Borobudur ke keindahan aslinya. Pada tahun 1973, proyek restorasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO, yang berhasil mengembalikan struktur candi yang telah rusak akibat erosi dan gempa bumi.
Status Warisan Dunia
Pada tahun 1991, Candi Borobudur diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia, menandai pentingnya candi ini sebagai simbol budaya dan spiritual tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga bagi umat Buddha di seluruh dunia.
Setiap tahun, Borobudur menarik ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang ingin menyaksikan keindahan dan keagungan candi ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















