Sejarah Situs Warisan Budaya Subak, Bali: Tradisi Pertanian yang Berkelanjutan

Struktur dan Organisasi Subak

Setiap subak memiliki organisasi yang terstruktur, dipimpin oleh seorang ketua yang disebut “Perbekel.” Keputusan mengenai pengelolaan air, penanaman, dan perawatan lahan diambil secara musyawarah. Partisipasi aktif dari seluruh anggota subak sangat penting, menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara para petani.

Dampak Ekonomi dan Sosial

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Sistem Subak tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga mendukung ekonomi lokal. Produksi padi yang melimpah memberikan mata pencaharian bagi banyak keluarga di Bali. Selain itu, subak juga berfungsi sebagai pusat sosial, tempat di mana komunitas berkumpul untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bertani.

Tantangan Modern dan Pelestarian

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Meskipun Subak telah berfungsi dengan baik selama berabad-abad, sistem ini menghadapi tantangan di era modern. Urbanisasi, perubahan

Upaya pelestarian kini dilakukan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal untuk menjaga tradisi ini agar tetap relevan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================