BOGORTODAY.COM – PT Sung Chang Indonesia (SCI), produsen rambut palsu ternama, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 814 karyawannya. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penurunan aktivitas produksi yang signifikan akibat melambatnya kondisi perekonomian global.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Purbalingga, Bambang Sutrisno, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa 814 karyawan yang terkena PHK tidak mengundurkan diri atas kemauan sendiri, sehingga mereka masuk dalam kategori PHK. Jumlah ini mencakup lebih dari 50 persen dari total karyawan perusahaan.
“Disnakertrans telah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan untuk memastikan hak-hak setiap pekerja terpenuhi,” ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa para pekerja yang mengundurkan diri sebelum 21 Oktober 2024 akan mendapatkan hak-hak mereka, seperti uang pisah, uang penggantian hak cuti, dan ongkos pulang ke rumah. Hak-hak tersebut telah diatur dalam perjanjian bersama antara serikat pekerja dan pengusaha.
Namun, bagi pekerja yang mengundurkan diri setelah 21 Oktober 2024, mereka hanya akan menerima tali asih dengan besaran yang disesuaikan dengan masa kerja.
“Kami perkirakan gelombang PHK di PT SCI masih akan terus berlanjut karena hingga saat ini masih banyak pekerja yang mengundurkan diri,” tambahnya.
Bambang menjelaskan bahwa PHK massal ini terjadi karena PT SCI, sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor, sangat terdampak oleh kondisi perekonomian global yang melambat. “Selain PT SCI, Disnakertrans juga mencatat ada empat perusahaan lain di Purbalingga yang melakukan PHK sepanjang tahun ini dengan alasan yang serupa,” jelasnya.
Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. PHK massal ini tentunya memberikan dampak besar tidak hanya bagi karyawan yang terdampak, tetapi juga bagi perekonomian lokal di Purbalingga.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan dan membantu mereka dalam mencari peluang baru.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















