BOGORTODAY.COM – Sebuah bangunan laboratorium komputer di SMPN 3 Tanggeung, Cianjur, Jawa Barat, ambruk pada Jumat (25/10/2024) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian yang terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka.
Ambruknya bangunan yang baru berusia dua tahun ini sempat direkam oleh warga sekitar dan menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 49 detik, terlihat atap bangunan yang mulai melengkung akibat fondasi langit-langit yang tidak mampu menahan beban genting. Beberapa saat kemudian, bangunan tersebut ambruk rata dengan tanah.
Kepala SMPN 3 Tanggeung, Ernawati, menjelaskan bahwa bangunan lab komputer tersebut sudah tidak digunakan selama enam bulan terakhir karena kondisinya yang semakin memburuk.
“Saya pindah ke sekolah ini enam bulan lalu. Kondisi bangunannya sudah rusak dan nyaris ambruk. Makanya saya langsung pindahkan seluruh unit komputer di lab, dan ruangan tersebut tidak lagi digunakan,” jelasnya.
Beruntung, ambruknya bangunan terjadi setelah siswa-siswa pulang. “Saat kejadian, sudah tidak ada kegiatan belajar, karena hari Jumat kan setengah hari. Jadi tidak ada korban. Barang-barang juga sudah dipindahkan,” tambah Ernawati.
Meskipun laboratorium komputer tersebut tidak lagi berfungsi, Ernawati memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di kelas tetap berjalan normal.
“Enam rombel dari kelas 1 sampai kelas 3 masih berjalan normal. Karena ruang kelas untuk belajar tidak terdampak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab ambruknya bangunan ini.
“Kita masih evakuasi penyebab pastinya. Sementara diduga akibat bencana alam, karena belakangan ini terjadi beberapa kali gempa, selain dari kualitas konstruksi yang mungkin tidak sesuai,” ungkapnya.
Ruhli menambahkan bahwa bangunan tersebut akan segera diperbaiki agar aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Tanggeung dapat berjalan normal kembali.
“Meskipun bukan ruang kelas, tetapi tetap dibutuhkan untuk memaksimalkan pembelajaran. Rencananya, bangunan tersebut akan dibangun kembali tahun depan,” tutupnya.
Dengan kejadian ini, diharapkan ada evaluasi lebih lanjut mengenai kualitas bangunan sekolah agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















