
Hal ini juga menjadi upaya mempererat hubungan serta memupuk pertukaran pengetahuan antara Jepang dan Indonesia.
“Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, ada beberapa kebijakan penting seperti pengembangan sistem makan siang sekolah, yang terkait dengan tema-tema yang akan dipresentasikan hari ini. Topik-topik seperti kesehatan ibu dan anak adalah tema yang penting bagi kedua belah pihak,” ucap Tagashira.
“Kami tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan praktik baik dari Jepang ke Indonesia, tetapi juga mendapatkan ilmu dari Indonesia untuk dapat diterapkan di Jepang,” sambungnya.
Dalam forum tersebut, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah, juga berkesempatan mengemukakan pendapat. Terutama tentang bagaimana perbedaan teknis pelayanan ibu dan anak di Jepang dengan yang diterapkan di daerah Indonesia.
“Kita di Kota Bogor juga melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak di posyandu-posyandu atau puskesmas,” kata Syarifah.
Seminar internasional tersebut juga menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah di Indonesia dan Jepang. Di antaranya adalah Director for Child-raising Support Division, Kitakyushu City, Nakahara Naoko, yang memaparkan tentang kegiatan kesehatan ibu dan anak berbasis buku kesehatan ibu dan anak serta inisiatif transformasi digital /DX di Kota Kitakyushu.
Kemudian ada Director of Children Welfare Department, Hirakata City, Tanaka Yuko, yang mempresentasikan ‘Masa Depan Pangan dan Anak: Makna Keberadaan Kantin Anak di Kota Hirakata, Prefektur Osaka.’***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















