Banjir Setinggi 60 CM Rendam Beberapa Kecamatan di Kabupaten Bandung

Banjir Setinggi 60 CM Rendam Beberapa Kecamatan di Kabupaten Bandung

BOGORTODAY.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak sore hari pada Selasa (5/11/2024), menyebabkan banjir parah di beberapa kecamatan. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Citarum dan anak-anak sungainya, yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.

Akibatnya, beberapa daerah di wilayah Bandung Selatan terendam air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 60 sentimeter.

Banjir melanda empat kecamatan di Bandung Selatan, yaitu Banjaran, Arjasari, Baleendah, dan Cangkuang. Air menggenangi sejumlah jalan utama dan rumah-rumah warga, memaksa sebagian masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah satu akses jalan yang terputus total akibat banjir adalah jalan utama Cikutil-Bongpulus yang menghubungkan Desa Banjaran Wetan. Jalan tersebut terendam banjir hingga menyebabkan komunikasi dan mobilitas warga terganggu. Banyak warga yang terjebak dan kesulitan untuk keluar dari area yang terendam banjir.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Dede Hardi, Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) setempat, menyampaikan bahwa banjir di wilayahnya cukup parah, dengan genangan air yang menutupi sejumlah jalan.

“Sampai pukul 21.00 WIB, jalan Cikutil-Bongpulus terputus. Banyak rumah yang tergenang air. Kami bersama tim gabungan sedang berada di lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Dede, yang ikut terlibat dalam upaya penyelamatan.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Puji Suska Utama, melaporkan bahwa ketinggian air di beberapa titik, terutama yang dekat dengan aliran Sungai Citarum, mencapai 50 hingga 60 sentimeter.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

“Kami terus bekerja dengan tim untuk mengevakuasi warga dan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman,” ujar Uka.

Namun, meski upaya evakuasi tengah dilakukan, Uka Puji mengungkapkan bahwa dirinya sendiri terjebak di daerah Cangkuang akibat banjir yang semakin parah. Pihak BPBD setempat belum menerima laporan terkait korban jiwa akibat kejadian ini.

“Proses asesmen dan penanganan banjir masih berlangsung hingga malam hari, namun sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa,” lanjut Uka.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================