Gunung Ibu Halmahera Barat Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak

Gunung Ibu Halmahera Barat Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak. (PVMBG)

BOGORTODAY.COM Gunung Ibu yang terletak di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Jumat (8/11/2024) pukul 07:03 WIT. Dalam peristiwa erupsi tersebut, gunung api yang masih aktif ini meluncurkan kolom abu vulkanis setinggi 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 2.325 meter di atas permukaan laut.

Richard Chaniago, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, menjelaskan bahwa kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu pekat dan memiliki intensitas yang cukup tebal, yang mengarah ke barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan berlangsung selama 75 detik.

Erupsi terjadi pada Jumat pagi, pukul 07:03 WIT, dengan kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung, dan mengarah ke barat laut,” ujar Richard dalam laporan resmi.

BACA JUGA :  Benarkah Alergi Orang Tua Pasti Menurun ke Anak? Ini Penjelasan Dokter

Meski tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa, pihak berwenang segera mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ibu, serta pengunjung atau wisatawan yang berencana beraktivitas di area tersebut.

Warga diminta untuk tidak mendekati kawah aktif, dengan jarak aman 4 km dari puncak gunung, serta memperhatikan perluasan sektoral sejauh 7 km ke arah bukaan kawah bagian utara.

“Jika terjadi hujan abu, kami juga menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan pelindung hidung dan mulut seperti masker, serta pelindung mata seperti kacamata untuk menghindari dampak dari abu vulkanis,” tambah Richard.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih berada pada Level II (Waspada), yang berarti potensi bahaya terus dipantau oleh pihak berwenang. Meski letusan kali ini tidak menyebabkan kerusakan besar, aktivitas vulkanik yang terus berlangsung menunjukkan bahwa Gunung Ibu masih dalam kondisi aktif dan memerlukan kewaspadaan tinggi.

Warga diminta untuk selalu mematuhi instruksi dan peringatan dari pihak berwenang guna menjaga keselamatan, terutama apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang lebih intens.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================