
Kabid Kedaruratan pada BPBD Pati, Sutarno, membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya dua remaja tersebut. Sutarno mengonfirmasi bahwa setelah kejadian, kedua korban langsung dievakuasi pada sore hari itu juga. Proses evakuasi berjalan lancar, dan kedua jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Iya benar, kedua korban telah ditemukan pada sore hari itu juga. Kami mengonfirmasi betul ada anak-anak pramuka yang menjadi korban,” jelas Sutarno pada Minggu pagi (10/11).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan, seperti berenang di tempat terbuka.
Meskipun kegiatan pramuka biasanya dilakukan dengan pengawasan, kejadian di Kali Tapen menunjukkan bahwa anak-anak juga perlu mendapat perhatian ekstra saat beraktivitas di alam bebas.
Polisi dan pihak berwenang masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini, namun sementara ini peristiwa ini dipandang sebagai sebuah kecelakaan tragis.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar, serta menjadi pembelajaran bagi banyak orang tua untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak mereka dalam berbagai aktivitas.
Kami juga mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















