
BOGORTODAY.COM – Empat pelajar SMA Al Bashriyah dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Salak, tepatnya di sekitar Puncak Manik, pada Minggu (10/11/2024). Mereka terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada pukul 18.20 WIB, dan sejak saat itu tidak ada kabar dari mereka.
Laporan kehilangan pertama kali disampaikan oleh Alfan (19), warga Kampung Cipari, Desa Cisaat, Cicurug, pada Minggu sore.
Alfan melaporkan bahwa keempat pelajar tersebut, yang masing-masing berusia 17 tahun, terdiri dari Zahra, Inaya, Widia, dan Davi, memulai pendakian mereka pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB.
Jajang Yusuf, Ketua Relawan Khatulistiwa, yang menerima laporan tersebut, mengatakan bahwa pihaknya segera bergerak untuk melakukan pencarian.
“Saat ini semua kontak dengan mereka terputus, dan kami sedang berkoordinasi untuk mencari mereka,” ujar Jajang pada Minggu malam.
Setelah menerima laporan kehilangan, tim relawan dan petugas SAR setempat segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian intensif di sekitar area pendakian Gunung Salak.
Lokasi terakhir di mana para pelajar tersebut diketahui berada, yaitu sekitar Puncak Manik, merupakan daerah yang cukup terjal dan sering kali menjadi tantangan bagi para pendaki, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan medan berat.
Pencarian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, termasuk patroli langsung di jalur pendakian serta koordinasi dengan pihak terkait lainnya, seperti tim SAR dan relawan lokal yang berpengalaman.
Pihak berwenang juga terus melakukan pemantauan cuaca di sekitar Gunung Salak, karena kondisi alam yang tidak menentu dapat mempengaruhi upaya pencarian.
Insiden ini mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan dan persiapan yang matang sebelum melakukan aktivitas pendakian, terutama bagi para pendaki pemula atau yang tidak terbiasa dengan medan gunung.
Meski Gunung Salak merupakan salah satu tujuan pendakian populer di Jawa Barat, jalurnya dikenal cukup menantang dan berpotensi menimbulkan risiko tersesat, terutama jika kondisi cuaca buruk.
Jajang Yusuf juga mengingatkan kepada para pendaki untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan yang ada, seperti memberitahukan rencana pendakian kepada keluarga atau pihak berwenang, serta membawa peralatan yang memadai, seperti peta, alat komunikasi, dan perlengkapan pendakian lainnya.
Sementara tim pencari terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan para pelajar tersebut, kondisi di Gunung Salak memang cukup menantang. Medan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu membuat pencarian ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi.
Sampai dengan berita ini diturunkan, tim SAR dan relawan terus berusaha mencari jejak para pelajar yang hilang. Pihak keluarga dan masyarakat pun berharap agar para pelajar ini segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Empat pelajar SMA Al Bashriyah yang tersesat saat mendaki Gunung Salak kini tengah dalam pencarian intensif oleh tim SAR dan relawan. Hingga saat ini, komunikasi dengan mereka terputus, dan pencarian terus dilakukan dengan harapan agar mereka segera ditemukan.
Kewaspadaan dan persiapan yang matang sebelum pendakian sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di gunung. Semoga pencarian ini membuahkan hasil dan keempat pelajar dapat ditemukan dengan selamat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















