
Meskipun cedera tidak lagi terasa saat latihan, ia tetap waspada terhadap kemungkinan kambuhnya rasa sakit yang bisa mengganggu performanya di Kejuaraan Dunia mendatang.
Meskipun ia tidak menargetkan prestasi luar biasa, Eko Yuli Irawan tetap memiliki pengalaman gemilang di kelas 67kg yang akan ia pertaruhkan di Kejuaraan Dunia 2024. Di masa lalu, Eko sukses meraih posisi dua besar dalam berbagai kompetisi bergengsi.
Salah satunya, ia mencatatkan total angkatan 321 kg (145 kg snatch dan 176 kg clean and jerk) pada IWF Grand Prix I.
Pada Kejuaraan Dunia 2023, Eko berhasil mengamankan peringkat kedua dengan total angkatan yang sama yaitu 321 kg (146 kg snatch dan 175 kg clean and jerk).
“Kalau untuk mencapai prestasi tersebut (di Grand Prix dan World Championship kemarin) sepertinya belum bisa dalam waktu satu bulan rasanya tidak mungkin. Tapi minimal bisa mendekati prestasi kelas 67kg,” kata Eko, yang juga mengakui bahwa waktu yang terbatas membuatnya realistis dalam mengukur capaian di Bahrain nanti.
Meskipun Eko Yuli Irawan tidak memasang target medali tinggi di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024, ajang ini tetap penting baginya untuk menguji kemampuan fisiknya pasca cedera.
Persiapannya dalam waktu satu bulan menjelang kompetisi cukup menantang, namun Eko bertekad untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil terbaik, sembari memastikan bahwa cedera yang ia alami di Olimpiade Paris 2024 tidak menghalangi langkahnya di masa depan.
Sebagai salah satu atlet angkat besi terbaik Indonesia dengan empat medali Olimpiade, Eko Yuli Irawan tetap menjadi kebanggaan, dan keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia 2024 akan menjadi momen penting baik untuk pemulihan fisik maupun penampilan di pentas internasional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















