BOGORTODAY.COM – Setelah tampil di Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Irawan, salah satu lifter legendaris Indonesia, kini bersiap untuk kembali ke panggung internasional di ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 yang akan diselenggarakan di Manama, Bahrain, pada 6-15 Desember 2024.
Namun, Eko mengungkapkan bahwa dirinya tidak memasang target medali yang tinggi dalam kejuaraan ini. Fokus utamanya adalah untuk melihat sejauh mana kondisinya pulih setelah mengalami cedera saat berlaga di Olimpiade.
Saat ditemui di kawasan Sudirman pada Minggu, 10 November 2024, Eko Yuli Irawan mengungkapkan bahwa dalam persiapannya untuk Kejuaraan Dunia, dia tidak mematok target prestasi yang muluk.
Lifter berusia 35 tahun itu lebih fokus pada pemulihan cederanya dan bagaimana kondisinya berkembang setelah cedera paha yang ia alami di Olimpiade Paris 2024.
“Kalau masalah target, saya tak menargetkan tinggi, tapi setidaknya melihat cedera kemarin sembuh tidaknya, bisa sampai berapa sih prestasinya,” ungkap Eko.
“Lalu dalam (persiapan) satu bulan ini apa yang bisa saya capai. Jadi tak bisa targetkan medali dan sebagainya. Ya berusaha yang terbaik saja. Minimal dengan cara itu, kita sembuh enggak sih? Masih kambuh enggak (cedera) sih?” tambahnya.
Eko mengakui bahwa meskipun ia tidak menargetkan medali, keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia ini tetap penting sebagai langkah untuk menguji seberapa baik pemulihan fisiknya pasca cedera.
Pada Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Irawan menghadapi tantangan besar akibat cedera paha yang ia derita sebelum pertandingan.
Cedera ini menghambat penampilannya, sehingga ia hanya mampu mencatatkan angkatan snatch 135 kg, sementara pada angkatan clean and jerk, Eko gagal dalam tiga kali percobaan di kelas 61kg.
“Saat ini (kondisi cedera) karena baru mulai latihan enggak ada rasa sakitnya. Tapi kalau nanti pas latihan?” ujar Eko dengan penuh kehati-hatian.
Meskipun cedera tidak lagi terasa saat latihan, ia tetap waspada terhadap kemungkinan kambuhnya rasa sakit yang bisa mengganggu performanya di Kejuaraan Dunia mendatang.
Meskipun ia tidak menargetkan prestasi luar biasa, Eko Yuli Irawan tetap memiliki pengalaman gemilang di kelas 67kg yang akan ia pertaruhkan di Kejuaraan Dunia 2024. Di masa lalu, Eko sukses meraih posisi dua besar dalam berbagai kompetisi bergengsi.
Salah satunya, ia mencatatkan total angkatan 321 kg (145 kg snatch dan 176 kg clean and jerk) pada IWF Grand Prix I.
Pada Kejuaraan Dunia 2023, Eko berhasil mengamankan peringkat kedua dengan total angkatan yang sama yaitu 321 kg (146 kg snatch dan 175 kg clean and jerk).
“Kalau untuk mencapai prestasi tersebut (di Grand Prix dan World Championship kemarin) sepertinya belum bisa dalam waktu satu bulan rasanya tidak mungkin. Tapi minimal bisa mendekati prestasi kelas 67kg,” kata Eko, yang juga mengakui bahwa waktu yang terbatas membuatnya realistis dalam mengukur capaian di Bahrain nanti.
Meskipun Eko Yuli Irawan tidak memasang target medali tinggi di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024, ajang ini tetap penting baginya untuk menguji kemampuan fisiknya pasca cedera.
Persiapannya dalam waktu satu bulan menjelang kompetisi cukup menantang, namun Eko bertekad untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil terbaik, sembari memastikan bahwa cedera yang ia alami di Olimpiade Paris 2024 tidak menghalangi langkahnya di masa depan.
Sebagai salah satu atlet angkat besi terbaik Indonesia dengan empat medali Olimpiade, Eko Yuli Irawan tetap menjadi kebanggaan, dan keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia 2024 akan menjadi momen penting baik untuk pemulihan fisik maupun penampilan di pentas internasional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















