BOGORTODAY.COM – Setiap tahun pada tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang pada tahun ini memasuki peringatan ke-60. Tema yang diusung untuk HKN 2024 adalah “Gerak Bersama Sehat Bersama”, sebuah seruan untuk menjaga kesehatan bersama-sama melalui semangat gotong royong.
Tema ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengajak setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Selain itu, HKN juga bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.
Sejarah Panjang Hari Kesehatan Nasional
Peringatan Hari Kesehatan Nasional berawal dari sebuah momen penting pada 12 November 1964, saat pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno memulai program besar dalam pemberantasan malaria.
Penyakit malaria sudah menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia sejak era kolonial, dengan jumlah korban jiwa yang sangat tinggi. Pada masa itu, diperkirakan sekitar 30 juta orang di Indonesia terjangkit malaria setiap tahunnya, dan sekitar 120 ribu orang meninggal dunia akibat penyakit ini.
Johannes Leimena, Menteri Kesehatan saat itu, mengungkapkan bahwa tingginya angka kematian dan prevalensi malaria menjadi hambatan besar bagi proses pembangunan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan pemberantasan malaria dengan cara-cara yang lebih terstruktur dan terencana.
Langkah-Langkah Pemberantasan Malaria
Pemberantasan malaria dilakukan dengan tiga langkah utama, yakni:
- Penyemprotan DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane) untuk membasmi nyamuk yang membawa penyakit malaria.
- Pemberian pil kina kepada warga yang telah terjangkit malaria sebagai bagian dari pengobatan.
- Pengeringan rawa-rawa yang menjadi habitat bagi nyamuk pembawa malaria.
Program ini didukung oleh dana internasional dari US Foreign Operations Administration, dan hasilnya cukup menggembirakan.
2,6 juta penduduk berhasil dilindungi dari malaria, meskipun cakupan program tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 50 juta jiwa saat itu.
Menurut sejarawan Vivek Neelakantan dalam bukunya Memelihara Jiwa Raga Bangsa, kesuksesan program pemberantasan malaria ini memberi harapan besar bagi Indonesia untuk mencapai tujuan lebih besar: bebas malaria pada tahun 1970. Harapan ini pun didukung dengan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi nirlaba lainnya.
Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM)
Pada 1963, pemerintah juga membentuk Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM) untuk lebih memfokuskan dan menyusun strategi yang lebih matang dalam pemberantasan malaria.
Melalui KOPEM, program pemberantasan malaria menjadi lebih terorganisir dan dapat menyesuaikan dengan kondisi daerah, lingkungan, dan karakteristik penduduk.
Keberhasilan besar ini akhirnya menjadi landasan bagi pencanangan 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN), sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan melawan malaria dan sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
Evolusi Fokus HKN
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















