
Selain banjir, curah hujan yang tinggi juga berpotensi menyebabkan longsor di beberapa titik lainnya, terutama di wilayah yang lebih tinggi, seperti lereng Gunung Wilis.
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor diminta untuk lebih berhati-hati dan siap siaga apabila terjadi pergerakan tanah yang bisa membahayakan keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui FPRB dan BPBD menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kewaspadaan selama musim hujan, terutama bagi yang tinggal di dekat tanggul, sungai, atau kawasan rawan banjir dan longsor.
Warga diminta untuk selalu memperhatikan peringatan dini dari pihak berwenang dan menghindari lokasi yang berisiko tinggi.
“Kami terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan terbaik bagi warga yang terdampak, dan kami berharap situasi ini bisa segera membaik,” kata Nur Khamid.
Saat ini, BPBD Kabupaten Kediri dan FPRB terus bekerja untuk memperbaiki kerusakan tanggul yang jebol dan memastikan bahwa bantuan segera sampai kepada warga yang membutuhkan.
Pemerintah daerah juga akan mengupayakan perbaikan infrastruktur dan pengecekan kesiapan tanggul-tanggul lainnya agar bencana serupa tidak terulang.
Banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul di Sungai Bendo Mongal menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan warga di kawasan rawan banjir dan longsor.
Dengan curah hujan yang masih tinggi, penting bagi seluruh pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















